Lilly
“Alena...Nana tunggu !!!” teriakku kepada kedua sahabataku dengan napas yang
terengah-engah. “kenapa Lilly?”. “kalian tuh tungguin aku ngapa, aku tuh cape tau ngejer kalian
terus “. “kamu sih lama jalannya.” Loh kok aku? Kamu tuh ama melani yang jalannya
kecepetan kayak robot aja.” “Iya maaf deh Li.” ” Ya udah yuk masuk ke kelas.” Yok !!!”
Pelajaran
pertama adalah bahasa indonesia, bahasa
inggris, seni budaya, dan ipa. Aku mengambil mata pelajaran pertama dan mengikuti
pelajarn senjutnya, bersama teman-teman sekelasku dan kedua sahabatku. Dan
akhirnya pelajaran senibudaya pun datang, kalian tau ini adalah pelajaran
kesukaanku, kalian tau kenapa karna aku suka sekali dengan musik karna di
pelajaran ini paling sering mempelajari tentang musik.
~~~
Kring… *bel istirahat
Di kantin….
“Na mau jajan apa ?”
tanyaku karna masih bingung untuk memilih jajanan. “ aku mau jajan nasi goreng aja deh, kalo kamu Alen, Li?” . “ kita berdua
samaan aja deh kayak kamu”. “ ok, bu pesan nasi gorengnnya 3 ya bu.” Kata
meilani kepada ibu-ibu penjual makanan.
“
akhirnya jadi juga.” Ok SERBU...!” kami pun memakan nasi goreng dengan lahap
hingga nasi goreng itu habis, dan tepat sekali dengan bel masuk yang berbunyi.
“
Alhamdulillah yah kita udah selesai.” “ ya udah ayo kita ke kelas.” “ ayo.”
Kami pun memasuki kelas, ya seperti biasa kami mengikuti pelajaran selanjutnya.
~~~
Sepulang sekolah ini kami bertiga
berjanji untuk nongkrong bareng di tempat favorit kami, yaitu rumah pohon.
Tepatnya rumah pohon itu terdapat di per-empatan jalan menuju sekolah kami.
Kuambil iPodku kupilih suffle
music. Lagu pertama yang di putar adalah when you love some one. Irama lagu
yang asik mulut ini tidak bisa menahan untuk ikut bernyanyi mengikuti lagu.
I
used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I
was looking for a time to get closer at least to say... “hello”
And
I can't stand to wait your love is coming to my life
When
you love someone
Just
be brave to say that you want him to be with you
When
you hold your love
Don't
ever let it go
Or
you will lose your chance
To
make your dreams come true...
Lirik demi lirik kuikuti, hingga
tak tersadar kutertidur. 1 menit saatku tertidur, handphone yang berada di atas
meja bordering berkali-kali, hingga 6 menit kemudian tidak berbunyi lagi.
“Hoam…” sambil ngucek-ngucek mata. “Waaa…
lumayan nih tidur enak banget, ngecek hp ahh….” Mengambil hp yang berada di
atas meja. “Hah! Ada 9 panggilan tak terjawab! Mmm…. Ada apa ya? Oh iya aku
lupakan ada janji sama Alena dan Nana. Ya ampun mereka marah ga ya? Aku harus
cepet-cepet ke sana.”
Sambil terburu-buru kumasukan
semua yang ada di meja ke dalam tas dan mengambil sepeda di garasi.
“Alena..Nana!” teriakku sambil
mengatur nafas kembali.
“Lilly ayo sini naik, lama
banget sih datengnnya.” Omel Nana.
“Hihi… maaf tadi ketiduran.”
“Hmm.. ya udah, eh kalian lagi
ngapain?”
“Biasa, aku mah baca novel
sama majalah, nah kalo Alena lagi chattingan. Oh iya katanya dia dapet kenalan
cowo katanya sih tuh cowo minta ketemuan sama dia, dan sampe sekarang masih
sibuk tuh sama kenalannya, liat ajalah sendiri.”
“Iya..iya..” jawabku cuek. Dan ku hampiri Alena
yang keliatannya sedang asyik sendiri dengan laptopnya.
“WOY!!” teriakku.
“Astafirullah.. Lilly!
Ngagetin aja sih!” jawabnya dengan nada agak kesal.
“Yee… Lagian sibuk sendiri
sih.. eh emang lagian ngapain sih?” tanyaku pura-pura tidak tau.
“Ini biasa lagi chatting, oh ya gue dapet
kenalan loh, namanya ARJUNA”. Jawabnya dengan wajah berseri-seri.
“ Hah! Arjuna?!” jawabku
kaget. (berbisik dalam hati) Arjuna? Diakan cowo yang aku taksir dulu, mana
nama panjangnya sama lagi Arjuna Mahernawan. Aahh.. palingan orang lain.
“Eh kena lu Li? Kamu kenal
sama dia? Kok kayaknya kaget banget dengernya”.
“Ehhh… eng… engga kok, aku
engga kenal.” Jawabku ragu.
“Oh ya udah, kira kenal.”
“Hehe.. engga.” Nyengir
maksa -_-.
~~~
*keesokan harinya di rumah pohon
sepulang sekolah.
“Alena.. aku udah bawain
baju yang cantik dan pantas buat ketemuan nanti (memberikan baju)”. Katakuku
“Alena, aku yang dandanin
yah..(memamerkan alat makeupnya)”. Sambung Nana girang.
“Alena, ayo sini aku
dandanin dulu.” Ajak Nana.
“Oke.”
*beberapa menit kemudian, sudah
di makeup and tata rambut
“WOW! Cantik banget lu”. Komentar
kami ber2 setelah selesai makeup.
“Hehe.. makasih. Gue ganti
baju dulu ye.”
“Yap!”. Jawab kami bareng.
*beberapa menit kemudian
“Oke dah, pasti tuh cowo
langsung naksir ke lo.” Kata gue.
“Udahlah jangan bikin gue
malu, udah ya, gue jalan dulu doain gue ya kawan!.” Pamitnya.
“Pasti (sambil menunjukan
jempol)”. Jawab kami bersamaan.
~~~
Alena
*sesampainya di café
“Gue mesen minum dulu
deh.”
*1 menit kemudian
“Hei!” Sapa sosok
laki-laki yang tampan dan gagah
“Hei, hmm Arjuna?”
“Iya gue Arjuna, sorry gue telat tadi
nganterin nyokap dulu.”
“ Oke, no problem.” “ternyata
Arjuna Cakep juga yah(bisik dalam hati).”
~~~
Di pagi hari ini aja
serasa bahagia, karena kemaren gue habis ketemuan dan ngobrol-ngobrol bareng
Arjuna. Arjuna itu paas banget sama kreteria cowo idaman gue.
Kalo gitu gue sarapan dulu terus
berangkat, gue udah ga sabar buat cerita ke Lilly dan Nana.
Sesampainya di sekolah gue langsung masuk
sekolah, karena bel masuk kelas sudah berbunyi. Saat gue masuk ke kelas gue
melihat kedua sahabat gue lagi bincang-bincang entah berbincang apaan, gue ga
tau.
“Hey!! Selamat pagi
Nana and Lilly. Lagi pada ngapain nih? Seru amat dah” Sapa gue.
“Ini lagi sibuk ngurusin
majalah sekolah, kan teman kita ini reporter sekolah.” Jawab Lilly.
“Iya gue aja ini bingung
mau milih yang mana cerpen yang ajan di publikansikan di magazine sekolah kita,
soalnya bagus-bagus semua.”
“Oke gue bantuin.” Jawab gue.
Sesaat kami lagi asik
memilih-milih cerpen, tiba-tiba guru bahasa inggris kami sudah berada di bekang
kami dan ngomel-ngomel. Selesai di omel habis-habisan, akhirnya tuh guru
selesai juga ngomel-ngomel, tapi kami masih bersyukur ga di hukum.
Kring…. (suara belistirahat)
“Lilly…Nana ke kantin
yuk, laper nih.” Keluh gue sambil megangin perut yang udah keroncongan.
“Ayo, gue juga haus nih.”
Jawab Nana yang ternyata kehausan.
Kami bertiga pun jalan
menuju kantin, tiba-tiba dari arah yang berlawanan seseorang menabrak Lilly
dengan keras hingga Lilly terjatuh.
“Lilly!!” teriak gue
sama Nana.
“Lilly lo ga papakan?(sambil
bantuin Lilly bangun).” Kata gue dan Nana bersamaan.
“Eh sor…sorry gue ga sengaja, soalnya gue
buru-buru. Oh y ague duluan.” Jawab laki-laki misterius itu.
Laki-laki itu aneh, karena banyak banget buku yang dia bawa, sampai menutupi wajahnya, jadi kami bertiga penasaran siapa dia.
Ingin tau kisah selanjutnya? siapakah laki-laki misterius yang telah menabrak Lilly hingga jatuh? Oke tunggu post selanjutnya ya;)

