Hai perkenalkan namaku Ayu, aku adalah gadis polos yang memiliki
keluarga yang cukup sederhana, ya bisa di bilang begitu. Aku seseorang yang
begitu polos, lugu, cantik, sopan dan baik hati. Di setiap pagi aku selalu
mebantu ibuku untuk membereskan-bereskan rumah, makanya terkadang untuk pergi
ke sekolah aku hampir terlambat. Aku melakukan semua itu dengan senang hati dan
menikmatinya.
Suatu hari ibuku mendaftarkan aku di sekolah yang
cukup bangus di kota Palembang, selesai mendaftar aku langsung di suruh
memasuki ruangan. Di depan kelas aku memperkenalkan diri " Hai namaku Ayu,
aku adalah anak pindahan dari desa. Sekarang aku tinggal di perumahan di
sekitar sini, jika sempat kalian boleh kok bermain ke rumahku " Perkenalanku
di depan kelas. Saat aku memperkenalkan diri di depan kelas semua murid tampak
begitu ramah padaku.Selesainya aku memperkenalkan diri aku di suruh duduk di
kursi kosong sebelah anak yang bernama Vira dia bisa di bilang pintar
dalam mata pelajaran matematika karena saat pelajaran matematika ia meberikan
contekan kepadaku, karena saat memasuki kelas itu aku belum mengetahui
materi-materi yang di ajarkan, maklum saja aku adalah anak pindahan.
Keesokan paginya aku melakukan aktivitas
seperti biasa menyapu, mengepel, dan mencuci piring. Setelah selesai
bersih-bersih aku bersiap-siap untuk sekolah. Saat setibanya di sekolah dan
memasuki ruangan aku melihat bahwa kursi yang kemarin aku duduki telah di
duduki oleh orang lain saat aku bertanya ternyata dia adalah sang pemilik kursi
itu. Aku langsung mencari tempat duduk yang masih kosong, akhirnya ada salah
satu temanku yang berbaik hati memberiku tempat duduk, ia bernama Cesil, Cesil
orang begitu baik hati, dan pintar dari kelas satu Cesil selalu juara kelas.
Saat duduk aku memberanika diri untuk menyapanya.
" Hai bolehkah aku tau namamu ? "
sapaku.
" Oh tentu, namaku Cesil salam kenal ya
Ayu :) " jawab Cesil dengan ramah.
" Emm... terima kasih ya sudah
memperbolehkanku dudukku disini " ucapan terimakasihku.
" Oh ya gakpapa kok, lagi pula aku di
sini duduk sendirian " jawabnya dengan ramah.
Hari itu aku sangat menikmati pelajaran. Waktu
demi waktu, menit demi menit telah lewat akhirnya bel pulang pun berbunyi
" KRING...KRING... ".
" Assalamualaikum ma kakak pulang "
" Wa'alaikumsallam ,oh ya kak gimana
pelajaranmu truss apakah kamu mulai betah ?" tanya mamaku.
" Alhamdulilah deh ma kakak udah mulai
betah ma ".
Malam harinya aku bersiap untuk belajar
pelajaran besok.
" Oam " nguapanku, pagi haripun
tiba aku bersiap-siap untuk ya seperti biasa pekerjaanku setiap pagi, selesai
mengerjakan itu aku mandi dan berangkat sekolah.
Sampainya di sekolah ya seperti biasa
belajar, istirahat, dan belajar lagi dan pulang.
Saat ulangan matematika tiba,
teman-temanku yang ingin duduk sebangku dengan Cesil mengusirku, ya menurutku
setiap pelajaran matematika sih nereka mengusir, mereka ingin mendapatkan nilai
matematika yang memuaskan dengan hasil " MENYONTEK " !!! Coba
banyangin mereka hanya ingin mendapatkan hasil yang memuaskan dan menjadi orang
terkenal dengan " MENYONTEK ". Saat itu aku
merasakan sakit sekali, rasanya aku ingin memukul mereka, akan tetapi aku
berfikir kekerasan bukanlah salah satu jalannya, lebih baik aku bersabar.
Waktu berjalan terus berjalan
hari demi hari selalu berganti semua kegiatan yang kualami semua berulang-ulang
dan terus berulang termasuk Ujian Kenaikan Kelas.
Akhirnya aku naik ke kelas 5
ternyata aku sekelas duduk di belakangannya Vira, dan aku sebangku dengan
Anggi. Di situlah aku mulai mengetahui sifat asli dari Vira. Dia orangnya
jahat, licik, dan menindas orang seenaknya. Di situ yang di kucikan adalah aku.
Sampai akhirnya aku meminta orang tua untuk pindah sekolah, akan tetapi aku
berfikir percuma kalau pindah sekolah aku putuskan untuk tidak jadi pindah
sekolah. Tetapi aku di pindahkan oleh guruku, aku pindah di sampingnya Cesil
lagi. Betapa senangnya aku dapat bebas dari nenek sihir itu. Saat sehari aku di
pindah tempat duduk nenek sihir itu mengataiku sombong padahal aku sama sekali
tidak spmbong, mungkin ia iri.
Semua kejadianku ku jalani
dengan ta'bah dan sabar walaupun banyak sekali cobaan dan rasa sakit tak dapat
di tahan. Semua kejadian dan kegiatan berulang seperti aku kelas 4 . Bangun
pagi-pagi beres-beres rumah, berangkat sekolah belajar,istirahat, belajar.
Terus seperti itu sampai aku naik ke kelas 6 aku ternyata memiliki sahabat yang
bernama Lisa ia baik tapi hatinya tidak selalu baik sih. Sewaktu itu aku pernah
merasa bahwa aku di curigai mencuri stiker tipex Endah, aku di tanyai. Aku di
curigai karena aku membawa kertas tipex yang sama, padahal adikku yang
membelinya dan aku meminta padanya. Betapa sakit hatiku saat itu. Dan kejadian
yang tak pernah aku lupakan sampai sekarang adalah sih Endah mengejek-ngejek
nama orang tuaku, hingga ia memplesetkan nama orang tuaku. Betapa sakit hatiku
hingga tak dapatku menahan emosi akhirnya air matapun jatuh perlahan-lahan
membasahi pipiku. Aku sangat terpukul kejadian itu. Dan mulai kejadian itu aku
mulai sadar dan ingin sekali merubah sikap-siakap polosku itu. Alhamdulilah
sudah mulai berhasil :) .
TAMAT ?
No comments:
Post a Comment