Saturday, 19 January 2013

New Student


Hai perkenalkan namaku Ayu, aku adalah gadis polos yang memiliki keluarga yang cukup sederhana, ya bisa di bilang begitu. Aku seseorang yang begitu polos, lugu, cantik, sopan dan baik hati. Di setiap pagi aku selalu mebantu ibuku untuk membereskan-bereskan rumah, makanya terkadang untuk pergi ke sekolah aku hampir terlambat. Aku melakukan semua itu dengan senang hati dan menikmatinya.
    Suatu hari ibuku mendaftarkan aku di sekolah yang cukup bangus di kota Palembang, selesai mendaftar aku langsung di suruh memasuki ruangan. Di depan kelas aku memperkenalkan diri " Hai namaku Ayu, aku adalah anak pindahan dari desa. Sekarang aku tinggal di perumahan di sekitar sini, jika sempat kalian boleh kok bermain ke rumahku " Perkenalanku di depan kelas. Saat aku memperkenalkan diri di depan kelas semua murid tampak begitu ramah padaku.Selesainya aku memperkenalkan diri aku di suruh duduk di kursi kosong sebelah anak yang bernama Vira dia bisa di bilang pintar dalam mata pelajaran matematika karena saat pelajaran matematika ia meberikan contekan kepadaku, karena saat memasuki kelas itu aku belum mengetahui materi-materi yang di ajarkan, maklum saja aku adalah anak pindahan.
     Keesokan paginya aku melakukan aktivitas seperti biasa menyapu, mengepel, dan mencuci piring. Setelah selesai bersih-bersih aku bersiap-siap untuk sekolah. Saat setibanya di sekolah dan memasuki ruangan aku melihat bahwa kursi yang kemarin aku duduki telah di duduki oleh orang lain saat aku bertanya ternyata dia adalah sang pemilik kursi itu. Aku langsung mencari tempat duduk yang masih kosong, akhirnya ada salah satu temanku yang berbaik hati memberiku tempat duduk, ia bernama Cesil, Cesil orang begitu baik hati, dan pintar dari kelas satu Cesil selalu juara kelas. Saat duduk aku memberanika diri untuk menyapanya.
     " Hai bolehkah aku tau namamu ? " sapaku.
     " Oh tentu, namaku Cesil salam kenal ya Ayu :) " jawab Cesil dengan ramah.
     " Emm... terima kasih ya sudah memperbolehkanku dudukku disini " ucapan terimakasihku.
     " Oh ya gakpapa kok, lagi pula aku di sini duduk sendirian " jawabnya dengan ramah.
     Hari itu aku sangat menikmati pelajaran. Waktu demi waktu, menit demi menit telah lewat akhirnya bel pulang pun berbunyi " KRING...KRING... ".
      " Assalamualaikum ma kakak pulang "
      " Wa'alaikumsallam ,oh ya kak gimana pelajaranmu truss apakah kamu mulai betah ?" tanya mamaku.
      " Alhamdulilah deh ma kakak udah mulai betah ma ".
      Malam harinya aku bersiap untuk belajar pelajaran besok.
      " Oam " nguapanku, pagi haripun tiba aku bersiap-siap untuk ya seperti biasa pekerjaanku setiap pagi, selesai mengerjakan itu aku mandi dan berangkat sekolah.
       Sampainya di sekolah ya seperti biasa belajar, istirahat, dan belajar lagi dan pulang.
       Saat ulangan matematika tiba, teman-temanku yang ingin duduk sebangku dengan Cesil mengusirku, ya menurutku setiap pelajaran matematika sih nereka mengusir, mereka ingin mendapatkan nilai matematika yang memuaskan dengan hasil " MENYONTEK " !!! Coba banyangin mereka hanya ingin mendapatkan hasil yang memuaskan dan menjadi orang terkenal dengan " MENYONTEK ". Saat itu aku merasakan sakit sekali, rasanya aku ingin memukul mereka, akan tetapi aku berfikir kekerasan bukanlah salah satu jalannya, lebih baik aku bersabar.
         Waktu berjalan terus berjalan hari demi hari selalu berganti semua kegiatan yang kualami semua berulang-ulang dan terus berulang termasuk Ujian Kenaikan Kelas.
          Akhirnya aku naik ke kelas 5 ternyata aku  sekelas duduk di belakangannya Vira, dan aku sebangku dengan Anggi. Di situlah aku mulai mengetahui sifat asli dari Vira. Dia orangnya jahat, licik, dan menindas orang seenaknya. Di situ yang di kucikan adalah aku. Sampai akhirnya aku meminta orang tua untuk pindah sekolah, akan tetapi aku berfikir percuma kalau pindah sekolah aku putuskan untuk tidak jadi pindah sekolah. Tetapi aku di pindahkan oleh guruku, aku pindah di sampingnya Cesil lagi. Betapa senangnya aku dapat bebas dari nenek sihir itu. Saat sehari aku di pindah tempat duduk nenek sihir itu mengataiku sombong padahal aku sama sekali tidak spmbong, mungkin ia iri.
          Semua kejadianku ku jalani dengan ta'bah dan sabar walaupun banyak sekali cobaan dan rasa sakit tak dapat di tahan. Semua kejadian dan kegiatan berulang seperti aku kelas 4 . Bangun pagi-pagi beres-beres rumah, berangkat sekolah belajar,istirahat, belajar. Terus seperti itu sampai aku naik ke kelas 6 aku ternyata memiliki sahabat yang bernama Lisa ia baik tapi hatinya tidak selalu baik sih. Sewaktu itu aku pernah merasa bahwa aku di curigai mencuri stiker tipex Endah, aku di tanyai. Aku di curigai karena aku membawa kertas tipex yang sama, padahal adikku yang membelinya dan aku meminta padanya. Betapa sakit hatiku saat itu. Dan kejadian yang tak pernah aku lupakan sampai sekarang adalah sih Endah mengejek-ngejek nama orang tuaku, hingga ia memplesetkan nama orang tuaku. Betapa sakit hatiku hingga tak dapatku menahan emosi akhirnya air matapun jatuh perlahan-lahan membasahi pipiku. Aku sangat terpukul kejadian itu. Dan mulai kejadian itu aku mulai sadar dan ingin sekali merubah sikap-siakap polosku itu. Alhamdulilah sudah mulai berhasil :) .
                                                      TAMAT ?                          

No comments:

Post a Comment