Hai kamu bagaimana hatimu yang dulu?
Apakah baik – baik saja? Aku berharap baik, akan tetapi disini Aku tidak baik.
Aku sekarang dalam keadaan sakit. Ya entah kenapa hatiku saat ini dalam keadaan
sakit, seandainya kau tahu, bahwa ini adalah perbuatan dan perilakumu. Apakah
kamu akan menyadari itu? Semoga …….
~~~~~~
Saat pertamakali kumelihat dirimu, hati
ini sama sekali tidak merasakan apapun. Saat kita saling berbicara, bercanda,
saling curhat. Entah mengapa hati ini berubah menjadi kata yang disebut kagum
atau orang yang sering bilang suka. Lama – lama waktu berjalan kenapa setiap
kudengannya kumerasa nyaman saat bersamanya. Awalnya kubingung dengan
perasaanku tersebut, ya yang dapat dikatakan pasa masa itu aku sendiri belum
mengerti, apa itu arti dari sebuah cinta.
Akan tetapi perasaan nyaman ini berusaha
menjadi hangat dan tiba – tiba, muncul sebuah kata yang kusendiri tidak
mengira. Kata – kata tersebut ada sayang, saat itulah aku mengerti apa itu
artinya sebuah cinta. Cinta adalah perasaan rasa sayang dan cinta kepada lawan
jenis kita. Pada saat kumengerti cinta dan kumulai mencintai cinta pertamaku.
Entah mengapa tiba – tiba dia seseorang
yang mulai kucintai menghilang tanpa sebab, tanpa kabar, dan tanpa kata
terakhir. Ku coba mencari – mencari dan terus mencari, dan kumendapatkan hasil
yang begitu menyakitkan yang menurutku dia ternyata mencintai seseorang yang
lain di luar sana.
Entah siapa gerangan seseorang yang
disukainya, aku juga tidak mengenalnya. Yang pasti hati ini terasa sakit, sedih,
kecewa, menyesal, dan marah semuanya bercampur aduk semua. Saat itulah
kumencoba melupakannya. Ku mencari kegiatan yang banyak, sehingga kutak dapat
memikirkan atau mengingatnya lagi.
Saat awal kumelakukan kegiatan ini, itu,
kusudah tak memikirkannya lagi. Akan tetapi tiba – tiba ada sesuatu yang
mengingatka kukembali tentang dirinya, yaitu sesosok pria yang begitu tampan di
mataku ia menghampiriku. Ia mendekat – mendekat dan mendekat saat itulah aku
menyadari bahwa yang mendekatiku itu adalah dirinya, kuteringat kembali semua
kenangan yang kulupakan. Hampir saja kumenangis didepannya, tapi lebih cepat
kuberlari untuk menghindarinya, karena kutak ingin ia melihat kucengeng seperti
ini.
Aku berlari – berlari dan terus berlari,
ke berlari tanpa memperdulikan sekelilingku. Kuberlari menuju kelas, dan
kumenangis sendiri dan merenung. Betapa bodohnya diriku ini !! kenapa kuharus
menangisi orang macam dia !! orang yang telah menyakiti hati ini.
Kuberusaha mengingatkannya tentang diriku
tapi semua usahaku semua hasilnya “NIHIL”. Dia tidak sama sekali ingat, atau ia
lupa? Atau ia hanya pura – pura melupaknnya? Ada apa dengannya? . Banyak
sekali pertanyaan yang ingin sekali kupertanyaan kepadanya. Akan tetapi semua
kata – kata dan pertanyaan itu kuwakilkan dengan kata “KENAPA?” “MENGAPA?”
“APA?” . Hanya tiga kata itu yang dapat mnewakilkan semua pertanyaan ku
dalam hati ini. Dfan itupun aku tak tahu kapan aku dan dia dapar bebicara
kembali seperti dulu. Bila kudengannya tidak dapat seperti dulu lagi, minimal dia
dapat menjawab pertanyaan dari tiga kata itu saja, hanya itu saja.
Dan akhirnya kuputuskan untuk pasrah saja,
kumenjalani kehidupanku yang seharusnya berjalan.
~~~~~~
Waktu, Tahun, Hari, Bulan, dan Minggu
silih berganti dan tak terasa kusudah dua tahun menunggunya.
Aku sendiri bingung, kenapa aku begitu
tahan menunggu jawaban, dan alasannya selama dua tahun. Menurtuku waktu dua
tahun itu cukup lama. Apa lagi selama dua tahun itu dilanda kejadian yang
menambah ku ingin sekali membuat semua kenangan itu hilang !! rasanya itu ingin
sekali ku hilang ingatan.
~~~~~~
Saturday, October 13
Hari sabtu !!! saatnya refreshing otak …. Kalo aku refreshingin otak aku dengan
cara main twitter !! setuju? Engga ya? Ya udah.
Ceritanya tiba – tiba aku kangen nih buka email, pas aku melihat message,
ternyata di antara message- message lain ada message dia !! kalian tau kan
siapa?!. Ya orang yang kutunggu selama ini, awalnya ku tak percaya, tapi saat
kucubit pipiku ternyata bukan mimpi !! dia benar – benar message emailku.
Setelah itu kami saling ngobrol, awalnya sih masih sensi – sensian tapi lama –
lama dia udah stabil, dan saat itulah aku bertanya, dan sekalian curhatkan
jadinya sama dia. Gapapa sekalian curhat biar dia tahu rasa perasaanku saat
hatiku sakitnya gimana. Dan ternyata semuanya berakhir bahagia.
Tapi Aku Dan Dia Sekarang Hanya Sebatas Teman Biasa, Engga lebih
sih. Ya tapi aku sih masih ada rasa itu ke dianya, tapi ya sudahlah, mau dia
apakan lagi ya ga guys ;)
Oke guys see you next entri okey ;)
No comments:
Post a Comment